Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Agustus 2013

TIPS PUBLIC SPEAKING

imagebussines.com
Bagi sebagian orang berbicara di depan banyak orang adalah momok yang cukup menakutkan,tubuh bergetar, lupa apa yang mau dikatakan, lidah menjadi kaku kelu, dan tawa audiens yang siap didengar jika ada sebuah hal konyol yang dilakukan. Takut salah dan grogi menjadi focus untuk kita hilangkan,lalu apa tips dan trik menghilangkan rasa grogi tersebut,ayo kita simak !!
1. Gerakkan semua badan,bisa kita berjalan ke kiri dan kanan menyapa seluruh audies,namun yang paling umum adalah menggerakan tangan untuk berimajinasi tentang apa yang kita katakan. Lalu apa tujuanya menggerakan anggota badan,yaitu menyalurkan rasa grogi,karena rasa grogi tidak akan bisa dihilangkan,semakin kita menggerakan badan semakin banyak grogi yang disalurkan,dan kita bisa tenang dalam berbicara.
2. Mencuri waktu,hal ini sangat penting untuk menenangkan denyut jantung kita sebelum berbicara di depan umum. Mungkin saat kita hendak berbicara di depan khalayak ramai di atas panggung,ada jeda waktu saat kita berjalan pelan dari bawah. Saat berjalan itulah kita tenangkan denyut jantung kita,dan pada saat berbicara kita sudah tenang untuk menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan.
3. Tarik nafas. Tarik nafas yang dalam kemudian pelan pelan hembuskan secara perlahan pula. Waktunya pada saat kita menyapa audiens,seperti “Selamat pagi”,atau “Assalamualikum” pada saat mereka menjawab sapaan kita saat itulah kita tarik nafas,maka grogi akan bisa turun secara drastic, sayapun sering melakukan hal demikian dan memang ampuh untuk menghilanhkan grogi.
4. Senyum,salam, dan sapa. Kebanyakan penyebab grogi adalah kita tidak mengenal para audiens kita,maka dari itu senyum,salam, dan sapa perlu untuk mencairkan suasana. Misal dengan bertanya “anda dari kampus mana?” atau “siapa yang dari kota A,ayo tunjuk jari !”. memang kesanya SKSD,namun hal itu perlu untuk membuat kita tidak merasa sendiri. sehingga menambha keakraban dengan para audiens.
5. Ini adalah senjata pamungkas untuk kita yang memang benar benar baru sekali berbicara di depan umum,yaitu NGAKU. Ya benar dengan berkata jujur misalnya”Maaf teman teman ini pengalaman pertama saya bicara di depan 100 orang,saya benar benar grogi”,dengan membuat sebuah pengakuan seperti itu,maka para audiens bisa merasa memiliki kesamaan dengan anda,merasa senasib dengan anda.
Saran terkahir adalah sering berlatih dengan sering mengikuti dan aktif di  berbagai diskusi ,ceramah, atau seminar,maka dengan sendirinya 5 point di atas akan bisa diabaikan. So,selamat mencoba Guys.
Dikutip dari GANESHA PUBLIC SPEAKING

Kamis, 08 Agustus 2013

TINTA ITU ABADI



tulis, tulis, dan tulislah. Meski tidak dibaca, suatu saat akan berguna” Pramoedya Ananta Toer
Kompasiana.com
                Seorang sahabat pernah berkata, bahwa hidup itu berasal dari tinta tinta, warna kehidupan ini pada dasarnya berasal dari tinta. Ya tinta adalah hitam pada umumnya, logikanya kehidupan itu hitam. Namun tidak juga, ketika hitam itu dibentuk menjadi sebuah abjad, lalu terangkai menjadi frasa, dari frasa terkumpul lalu menjadi prosa, dan dari prosa lah menjadi sebuah cerita. Cerita pun demikian tak selamanya ia hitam adakalanya putih, namun cerita dan tinta yang membentuk warna kehidupan harus bersatu dalam sebuah frasa juga yaitu menulis.
                Berbicara menulis memang tak akan ada habisnya, sebuah pepatah mengatakan “scripta manen, verba vollen”, atau yang tertulis akan abadi dan yang terucap akan musnah. Mereka yang terkenang sepanjang zaman adalah mereka yang berjuang dengan tinta mereka, berjuang dengan pena mereka. Kekuatan kata kata memang tak ada tandinganya, padahal ia tersusun dari sebuah lidah, ya lidah, bertulang pun tidak.
                Lihat saja, berapa banyak nama manusia yang harus meregang nyawa karena lidah ini. lidah sudahlah menjadi penjahat yang Untouchable sepanjang sejarah manusia. Namun kita juga harus memandang secara proporsional juga, berapa banyak manusia abadi karyanya karena tinta ini. Iwan Fals pernah berdendang, hidup memang sementara tapi karya selamanya.
                Socrates, Plato, dan Aristoteles masyhur dalam sebuah keabadian dengan konsep idea filsafat mereka. Balas pemikiran Imam Ghazali dengan Ibnu Sina tentang makna sebua kerancuan masih bisa dinikmati dan dipelajari hingga kini. Ulama ulama masyhur kita tak akan pernah diikuiti pahamnya hanya karena mereka berotak cemerlang dan jenius dalam beretorika, mereka tuliskan kecermelanganya dalam kitab kitab masyhur mereka untuk kemajuan pengetahuan kedepanya. Tidak hanya dalam hal bersifat pengetahuan saja, bahkan dalam hal profanik, Machievelli pun dalam perenialisme karena the prince, suatu kitab berisi cara cara mempertahankan kekuasaan dengan cara diktator dan menghalalkan segala hal.
Dan benar, mereka lagi lagi abadi karena tinta tinta itu, ternyata memang benar. Bahwa hidup itu berasal dari tinta tinta ini, selain memberi warna dalam hidup kita, ternyata tinta juga memberi sebuah janji tersirat, yaitu keabadian. Keabadian bagi para hamba hamba yang mau saja berbagi pengetahuanya dalam lembaran lemabaran berisi goresan tinta dalam bentuk abjad dan dengan kemampuan indera tertentu, ia akan menjadi sebuah cerita, hikmah, pengetahuan sampai dengan hasutan.
                Namun Keabadian milik seorang hamba yang Dhaif  tentu berbeda dengan keabadian milik  Yang Maha Kuasa, yang maha kuasa itu perkasa, dan abadi milikNya adalah selamanya, tidak akan terpisahkan oleh mauut, bahkan kabarnya maut akan merasakan “maut” dihadapanNYa. Tulisan adalah karya manusia, manusia adalah karya tuhan. Dan tuhan mengkaryakan juga alam semesta beserta isinya, termasuk surya. Tiap hamba memang akan merasakan maut, namun setiap tulisan hamba tidak pernah merasakan maut. Padahal ia hidup, hidup ada dalam hati mereka yang membaca. Termasuk mereka yang membaca juga akan merasakan maut.
                Memang setiap manusia ingin merasakan sebuah keabadian, dalam dongeng Frankenstein adalah fenomena tersendiri, disebutkan ia bisa abadi sampai akhir zaman ketika berhasil menemukan sebuha ramuan ajaib. Dalam kepercayaan kita (Islam) Beliau Khidir manusia mulia nan bijaksana dan Isa Almasih adalah manusia abadi. Terkecuali Frankenstein, mereka (Isa dan Khidir) adalah manusia mulia, mereka abadi karena kehendak yang kuasa.            
Seberapa enggan kita mengkaryakan sebagian hidup, pengetahuan, dan pengalaman kita kedalam sebuah putihnya kertas dengan tinta. Hidup kita, pengetahuan kita, sekaligus pengalaman kita akan terestriksi oleh kematian. Kecuali kita menuliskanya, kehidupan akan terasa cukup lama dengan dikaryakan bersama tinta, bahkan tidak hanya itu, sebuah entitas tak bernyawa bisa juga abadi dengan Hiperbola dan turut andil dalam kehidupan manusia.
Tidak munafik kita rasanya menyebut Pram masih hidup dalam reformasi ini, meski kita sepakat ia tidak sampai satu windu menikmati reformasi, ia masih hidup dengan rangkain abjad abjad yang mengantarkanya pada nomine nobel sastra. Ia masih menjiwai perlambangan kaum periferal dan tertindas, ia juga wakili kaum terpelajar yang bersemangat kukuhkan idealismenya. Sekaligus berkat pram pula, keobjektifan sejarah lebih kental terasa meski diucap mulut mulut subjektif yang biasanya menkooptasi kebenaran sehingga kebenaran itu tampak semu.
Sekarang kita hanya menunggu dedikasi dan komitmen untuk siap mengabadikan kehidupan, pengalaman, bahkan pemikiran sekalipun yang terestriksifikasi oleh maut entah kapan dan dimanapun tempatnya. Kita harus sadar, menulis bukan pula hal gampang, namun banyak cara gampang untuk memulai menulis. Meski sesekali melihat tulisan kita buruk rupanya, tidak seperti syair Alisyahbana atau Armijn Pane, bukan sejenaka Goenawan Muhammad atau GusDur, bukan sesarkas Mochtar Lubis, atau tidak seilimiah tulisan para cendekiawan. Namun itu bukanlah hal yang membuat tulisan kita harus mandeg di tengah jalan.
Memang menulis syair itu menunjukan kita pandai berirama dengan tinta, berfilsafat menunjukan kita adalah orang yang mampu berpikir secara radix dan Frontal, menulis politik menunjukan kita adalah orang yang kritis dan update terhadap situasi yang ada. Menulis Ayat AyatNya dan sifat sifat Nya yang transenden menunjukan kita religi dalam kehidupan, namun menulis apapun semuanya dalam semua hari dalam hidupnya berarti ia telah berkiat diri untuk hidup abadi.
Patutlah sebagai epilog dikutiplah sebuah kalimat dari Pram,“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”  
Bumi Allah, 8 Agustus 2013

Jumat, 04 Mei 2012

TIPS SHOLAT KHUSYU


Seiring dengan banyaknya kesibukan duniawi, khusyu’ dalam shalat menjadi sesuatu yang amat sulit dicapai. Padahal shalat adalah induknya seluruh ibadah, yang bila ia baik maka baiklah ibadah-ibadah lainnya. Namun bila ia rusak karena tidak khusyu’ umpamanya, maka ibadah-ibadah lainnya akan terpengaruh. Berikut ini adalah tips sederhana yang insya Allah dapat membantu anda untuk khusyu’ dalam shalat. Akan tetapi kuncinya ialah konsentrasi, konsentrasi, dan konsentrasi. Tips ini takkan berguna jika sedari awal anda tidak konsentrasi pada shalat.

Karenanya, usahakan agar sebelum shalat anda dalam kondisi tenang. Lebih baik jika Anda telah berada di mesjid atau mushalla anda sebelum adzan berkumandang, agar memiliki waktu luang untuk konsentrasi dan menenangkan pikiran, baru kemudian ikuti tips di bawah.

Tahukah Anda, bahwa setiap gerakan dan ucapan dalam shalat memiliki makna dan jawaban tertentu?

Tidak tahu? Kalau begitu perhatikan tips berikut dengan baik.

Melepas alas kaki: lepaslah dunia beserta alas kaki anda.

Ucapan Allahu Akbar: Tidak ada yang lebih besar dari Allah, camkan itu!

Mengangkat kedua tangan: lemparkan segala urusan dunia ke belakang.

Berdiri: ketahuilah, bahwa Anda sedang berdiri menghadap Allah.

Tangan kanan di atas tangan kiri: Berlaku sopanlah di hadapan Allah.

Al Fatihah: Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah mengatakan: Aku membagi shalat untuk-Ku dan hamba-Ku dalam dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapat apa yang dimintanya. Jika hamba-Ku mengucapkan: Alhamdulillahi rabbil ‘alamien (segala puji bagi Allah penguasa jagat raya), Ku-jawab: “hamidani ‘abdi” (hamba-Ku memuji-Ku).

Jika hamba-Ku megatakan: “Arrahmanirrahim” (Yang Maha pengasih lagi penyayang), Ku-jawab: “Atsna ‘alayya ‘abdi” (hamba-Ku memujiku lagi).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Maaliki yaumiddien” (Penguasa di hari pembalasan), Ku-jawab: “Majjadani ‘abdi” (hamba-Ku menyanjung-Ku).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’ien” (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong). Ku-jawab: Inilah batas antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta…

Jika hamba-Ku mengatakan: “Ihdinassiraatal mustaqiem… dst” (tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat), Ku-jawab: Inilah bagian hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta (HR. Muslim).

Mulai sekarang, biasakan tiap kali membaca Al Fatihah bersikaplah seakan Anda mendengar jawaban Allah pada tiap ayatnya.

Ruku’: Bungkukkan punggung Anda untuk Allah saja, dan tundukkan hati Anda bersamanya.

Berdiri dari ruku’: Segala puji bagi Allah yang menjadikan punggung Anda tegak kembali.

Sujud: letakkan bagian tubuh Anda yang paling terhormat –yaitu wajah- pada tempat yang paling rendah di bumi –yaitu tanah-. Ingatlah bahwa Anda berasal darinya, dan Anda akan kembali ke sana. Lalu katakan “Subhaana Rabbiyal a’la” (Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi) 3x, agar makna tersebut semakin meresap dalam hati, lalu berdoalah sesuka Anda.

Duduk lalu sujud yang kedua: bersimpuhlah di hadapan Allah, dan sujudlah kembali, sebab sujud tidak cukup hanya sekali !

Tasyahhud: Attahiyyaatu lillaah wasshalawaatu wat thayyibaat (Salam sejahtera, shalawat, dan segala yang baik adalah milik Allah)… rasakan keagungan Allah ketika itu !

Assalaamu ‘alaika Ayyuhannabiyyu (salam sejahtera atasmu wahai Nabi)… ucapkan salam atas Nabi dan yakinlah bahwa Nabi membalas salam Anda. Nabi bersabda:

ما من عبد يصلى ويسلم علي إلا رد الله علي روحي فارد السلام

“Tidak ada seorang hamba pun yang mengucapkan salam dan shalawat atasku, melainkan Allah kembalikan ruhku agar aku membalas salamnya”.

‘Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillaahisshaalihien (Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih)… sekarang kedudukanmu mulai terangkat, salamilah dirimu dan kau perlu bersahabat dengan orang-orang shalih.

‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah’ (Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah)…yakinlah bahwa Allah ada meski engkau tak melihat-Nya.

Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim (Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau limpahkan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim)…Teladanilah kedua Nabi yang mulia ini, karena keduanyalah suri teladan terbaik. Dan berterima kasihlah kepada mereka yang telah mengajarkan kebaikan untukmu, dengan mendoakan mereka dalam shalatmu.

Salam ke kanan: tujukan kepada malaikat pencatat kebaikan…

Salam ke kiri: ucapkan dalam hati “Hai Malaikat di sebelah kiri, aku telah bertaubat !”.

— Penutup Shalat —

Istighfar 3x: Aku mohon ampun atas segala kekurangan yang terjadi dalam shalatku.

Bacalah: ‘Allahumma antassalaam waminkassalaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam’ (Ya Allah, engkaulah As Salaam, dan dari-Mu lah keselamatan. Maha berkah Engkau wahai Yang memiliki segala kemuliaan)… ingatlah bahwa kalimat ini akan Anda ucapkan kepada Allah di Surga, tatkala Dia menyingkap tabir-Nya… Allah akan menyeru Anda dengan mengatakan: “Wahai Ahli Surga, Salaamun ‘alaikum”, maka mereka menjawab: “Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam”.

Lalu bacalah: “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik” (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)…agar shalat anda yang berikutnya juga sempurna.
SEMOGA BERMANFAAT
SUMBER :http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/tips-khusyu%E2%80%99-dalam-shalat.html